Yaa aku orgasme. Tidak lama kemudian aku terkulai lemas seperti bersujud. Blacki masih aktif memompaku. Hingga kusadar, kini posisi Blacki membelakangiku. Kami saling adu pantat, dengan kelamin bertemu (seperti anjing kawin itu lho). "Ehh.. Herlin.., Kamuu..?" Susan kaget saat mendapatiku dalam posisi kawin anjing begitu. "Kamu juga kan San..? Sebuahkisah seks gila, cerita dewasa kakak adik yang bercinta, ml alias ngentot dengan binatang (hewan) peliharaannya dari mulai kambing, ayam hingga anjing. Berikut adalah kisah lengkapnya! Namaku Memed, awas jangan salah menyebut namaku menjadi memek, ketika itu (tahun 1978) umurku baru 12 tahun, namun anehnya hasrat seksualku telah begitu CeritaDewasa - ML Dengan Adik Kecil ku yang manis. Suatu malam aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku dibuka, lalu aku seperti biasanya naik ke atas meja untuk mengintip. Ternyata gadis itu baru pulang dari sekolahnya.., tapi kok sampai larut malam begini tanyaku dalam hati. Cerita Dewasa Gadis manis itu yang belakangan namanya kuketahui PeternakanAnjing Milik Tanteku. Aku bernama Mona, umurku 17 tahun, karena kecantikanku, kulitku yang putih mulus serta bodyku yang sintal dengan payudara berukuran 34B yang kencang dan padat, tentu banyak cowok yang ingin mencicipi tubuhku dan aku tidak pernah menolak cowok manapun yang ingin menikmati body sexyku ini sehingga banyak penis Tanpakusadari sodokan-sodokan batang kemaluan Tarzan semakin gencar saja, sehingga aku yang melihat gerakan pantat anjing tersebut melalui cermin, benar-benar terpesona karena gerakan tekanan-tekanan ke depan pantatnya benar-benar sangat cepat dan gencar, terasa sekarang serangan-serangan kepala batang kemaluan anjing tersebut mulai menimbulkan perasaan geli pada belahan pantat aku dan kadang-kadang ujung batang kemaluannya menyentuh dengan cepat lubang anusku, menimbulkan perasaan geli bd5Hn7m. Eh, dari pada menganggur, aku melamar kerja dan diterima, setahun setelah kami pindah. Mas Johan, suamiku pun tidak keberatan kalau aku bekerja. Hitung-hitung cari pengalaman, katanya. Kisahku ini mungkin agak menggelikan dan menjijikan, tetapi ini bukan basa-basi loh..!Di kota yang terbilang indah tetapi sepi ini, aku mempunyai seorang teman akrab, Susan namanya. Susan itu istri Marcel, teman sekantor suamiku. Nah, jika suamiku dan Marcel sedang tugas di luar Sorong, biasanya Susan menginap di rumahku. Atau kadang aku yang menginap di rumahnya. Kami pun jadi sangat akrab seperti saudara. Maklum, kami juga sama-sama belum dikaruniai anak, jadi rasa senasib terasa b enar di antara ini berawal saat bulan Juni 2 tahun lalu, Mas Johan dan Marcel, suami Susan dapat panggilan pendidikan di Denpasar. Kami pun memutuskan bahwa aku lah yang harus menginap di rumah Susan selama dua minggu. Hari-hari pertama tidak ada yang ganjil bagiku. Rumah Susan menyenangkan. Maklum suaminya yang hobby mengoleksi hewan langka begitu pandai menata rumahnya. Ada dua binatang kesayangan Marcel yang juga kesayangan Susan. Si Blacky anjing herder jantan dan Moci si Simpanse jantan pula. Blakcki anjing yang pintar, dan Moci pun Simpanse yang cerdik, jadi mereka tetap akur. Dan, saking sayangnya Susan dan Marcel pada mereka, mereka dibiarkan terlepas tidak terikat, apalagi suatu sore, sepulang aku dari kantorku, aku langsung mandi. Susan yang katanya lagi kangen berat sama Marcel tengah asik nonton VCD. Tidak tahu apa filmnya, tetapi yang jelas Susan suka drama yang romantis. Usai mandi aku menemani Susan menonton VCD. Tentu saja Moci dan Blacky setia menemani kami.“Wuih seriusnya. Film apaan sih San..?” tanyaku.“Dramanya Roberth de Niro nih Lin. Lagi seru. Eh, tadi si Ivon kemari ngasih titipan buat kamu, tuh ada di meja tengah..!” jawab Susan sekaligus memberitahuku kalau si Ivon memberikan itu kenalan baruku, pemilik Salon Ivon. Dan ternyata yang dibawanya adalah titipan Mas Johan, VCD porno, he.. he.. he..!“Apaan tuh Lin..?” tanya Susan saat aku membuka koran bungkusan VCD itu.“Eh, ini Sus.., titipannya Mas Johan. Film BF..,” jawabku basa basi, Susan langsung merebut 3 keping VCD porno itu dari tanganku.“Kita nonton yuk..! Buat hiburan..,” sore itu 3 film BF kami lihat bersama-sama, Moci dan Blacki kami ungsikan dulu keluar kamar. Malam harinya, setelah makan malam, rasanya aku mengantuk sekali, aku pun langsung tidur. Tetapi aku terjaga sekitar pukul 12 malam, biasa, kebelet pipis. Eh, tiba-tiba a ku sadar kalau si Susan tidak ada di sisiku. Kemana ya..? Ah, aku langsng saja ke kamar mandi untuk pipis. Setelah itu baru aku cari Susan. Aku mencarinya hingga ke dapur, tetapi tetap tidak aku sedikit tersentak ketika melihat bayangan di ruang kerja Marcel. Aku juga mendengar erangan Susan. Sepetinya lagi dilanda birahi yang sangat tinggi. Aku mendekat ke arah pintu ruangan itu, dan kuintip dari lubang pintu. Astaga, dalam keremangan itu aku melihat Susan yang sudah tidak berbusana tengah dicumbui oleh Moci, simpanse kesayangannya.“Ohh.., hsst.., ngghh.., Moci sayankhh..,” ceracau Susan tidak yang tingginya sekitar 160 cm dan berbadan besar itu tengah mengarahkan mulutnya ke selangkangan Susan. Susan sendiri matanya terpejam dan mengangkangkan kakinya sambil tiduran. Ihh serem..! Aktifitas Moci makin menggila, Susan dibopongnya dan dibantingnya kembali ke Sofa sehingga posisi Susan jadi membelakanginya. Lalu.., wow..! Batang penis Moci yang sudah mekar membesar itu langsung disodokkan ke arah liang senggamanya Susan.“Ahh.., hhsst.. ayoo Moci..!” perintah budak yang baik, Moci langsung memompa pantatnya maju mundur, sehingga batang kemaluannya yang berbulu menerobos masuk keluar vagina Susan.“Oarghhk.., rggkk..,” Moci mengerang terpontang-panting, kepalanya bergoyang-goyang. Kupikir, pastilah Susan merasakan kenikmatan luar biasa dari penis Moci. Aku yang melihat adegan Moci-Susan menjadi tidak kuasa menahan gejolak yang mulai menjalari bersetubuh dengan hewan..? Tanpa sadar aku meraba-raba sendiri payudaraku. Lalu tanganku menyusup ke selangkanganku yang memang sudah tidak terbungkus kalau tidur aku memang malas pakai CD dan Bra.“Ooohh.., nikmatnya..,” sambil mataku tetap memandangi tubuh Susan yang tengah digagahi tiba-tiba aku dikejutkan oleh jilatan-jilatan halus di betisku. Dan, astaga.., si Blacki tengah menjilati betisku. Aku ingin marah, tetapi saat itu aku merasa kenikmatan tersendiri dari lidah Blacki. Aku pun membiarkan Blacki menjilati betisku, dan mataku kembali ke lubang pintu, melihat Susan dan kini sudah ganti posisi. Kulihat dia telentang di Sofa, sementara Moci menggenjotnya dari atas.“Teruuss, Moci sayang.., aku kenikmataann niih..!” desah di dalam ruang kerja Marcel itu membat birahiku segera memuncak. Apalagi jilatan Blacki sudah mulai naik hingga belahan pantatku yang memang menjorok ke belakang, karena aku sedang mengintip. Blacki nampaknya tengah birahi pula, pikirku.“Hiisst.., Blacckkiih..,” desahku tanpa memang pintar menaikan birahiku. Daerah betis hingga belahan pantatku terus saja dijilati lidahnya yang berstruktur agak kasar. Lama-lama aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan Susan-Moci. Aku melangkah perlahan ke kamar tidur, sedangkan Blakci terus mengikutiku sambil men jilati pahaku. Kadang jilatan itu sampai juga ke vaginaku yang mulai berlendir. Aku duduk di tepi ranjang dengan kaki ternganga lebar, dan kubiar Blacki kini menjilati vaginaku dengan leluasa.“Lakukanlah Black.., aku milikmu sayang..!” sermakin agresif menjilati vaginaku. Yang kurasakan saat itu tulang-tulangku seakan luluh lemas dan ingin segera menuju puncak kenikmatan.“Ohh.., Black.., sstt.., yyeaahh..,” desahku mendadak Blacki berhenti beraksi.“Grrhhkk..,” dia menggumam seperti marah aku segera mengerti, Blacki rupanya ingin segera pun segera turun dari ranjang dan merangkak membelakangi Blacki. Tidak lama kemudian Blacki mengangkat dua kaki depannya dan menekan pinggangku. Kini posisi kami layaknya sepasang anjing yang akan kawin.“Auuhhsstt.., ohh..,” desahku ketika merasakan ada benda yang agak kasar menerobos masuk di lubang meman g sudah birahi, dan langsung memompa kemaluanku dengan batang kemaluannya yang dua kali lebih besar dari milik Mas Johan suamiku. Vaginaku terasa sesak dan penuh oleh kemaluan anjing Herder menit kemudian, “Ohh.., Blacki sayanggkkhh.. aku keluar sayanghkk..” teriakku histeris saat merasakan seluruh otot vaginaku berkontraksi aku orgasme. Tidak lama kemudian aku terkulai lemas seperti bersujud. Blacki masih aktif memompaku. Hingga kusadar, kini posisi Blacki membelakangiku. Kami saling adu pantat, dengan kelamin bertemu seperti anjing kawin itu lho.“Ehh.. Herlin.., Kamuu..?” Susan kaget saat mendapatiku dalam posisi kawin anjing begitu.“Kamu juga kan San..? Sama si Moci..?” jawabku pun saat itu, selama dua minggu suami kami pergi pendidikan ke Denpasar, kami selalu dapat menuai kenikmatan dari binatang kesayangan Marcel dan Susan itu. Yah.. hitung-hitung selingkuh tidak beresiko lah..! Eh, dari pada menganggur, aku melamar kerja dan diterima, setahun setelah kami pindah. Mas Johan, suamiku pun tidak keberatan kalau aku bekerja. Hitung-hitung cari pengalaman, katanya. Kisahku ini mungkin agak menggelikan dan menjijikan, tetapi ini bukan basa-basi loh..!Di kota yang terbilang indah tetapi sepi ini, aku mempunyai seorang teman akrab, Susan namanya. Susan itu istri Marcel, teman sekantor suamiku. Nah, jika suamiku dan Marcel sedang tugas di luar Sorong, biasanya Susan menginap di rumahku. Atau kadang aku yang menginap di rumahnya. Kami pun jadi sangat akrab seperti saudara. Maklum, kami juga sama-sama belum dikaruniai anak, jadi rasa senasib terasa b enar di antara kami. Cerita ini berawal saat bulan Juni 2 tahun lalu, Mas Johan dan Marcel, suami Susan dapat panggilan pendidikan di Denpasar. Kami pun memutuskan bahwa aku lah yang harus menginap di rumah Susan selama dua minggu. Hari-hari pertama tidak ada yang ganjil bagiku. Rumah Susan menyenangkan. Maklum suaminya yang hobby mengoleksi hewan langka begitu pandai menata rumahnya. Ada dua binatang kesayangan Marcel yang juga kesayangan Susan. Si Blacky anjing herder jantan dan Moci si Simpanse jantan pula. Blakcki anjing yang pintar, dan Moci pun Simpanse yang cerdik, jadi mereka tetap akur. Dan, saking sayangnya Susan dan Marcel pada mereka, mereka dibiarkan terlepas tidak terikat, apalagi dikurung. Nah, suatu sore, sepulang aku dari kantorku, aku langsung mandi. Susan yang katanya lagi kangen berat sama Marcel tengah asik nonton VCD. Tidak tahu apa filmnya, tetapi yang jelas Susan suka drama yang romantis. Usai mandi aku menemani Susan menonton VCD. Tentu saja Moci dan Blacky setia menemani kami. “Wuih seriusnya. Film apaan sih San..?” tanyaku.“Dramanya Roberth de Niro nih Lin. Lagi seru. Eh, tadi si Ivon kemari ngasih titipan buat kamu, tuh ada di meja tengah..!” jawab Susan sekaligus memberitahuku kalau si Ivon memberikan itu kenalan baruku, pemilik Salon Ivon. Dan ternyata yang dibawanya adalah titipan Mas Johan, VCD porno, he.. he.. he..!“Apaan tuh Lin..?” tanya Susan saat aku membuka koran bungkusan VCD itu.“Eh, ini Sus.., titipannya Mas Johan. Film BF..,” jawabku basa basi, Susan langsung merebut 3 keping VCD porno itu dari tanganku.“Kita nonton yuk..! Buat hiburan..,” katanya. Yah, sore itu 3 film BF kami lihat bersama-sama, Moci dan Blacki kami ungsikan dulu keluar kamar. Malam harinya, setelah makan malam, rasanya aku mengantuk sekali, aku pun langsung tidur. Tetapi aku terjaga sekitar pukul 12 malam, biasa, kebelet pipis. Eh, tiba-tiba a ku sadar kalau si Susan tidak ada di sisiku. Kemana ya..? Ah, aku langsng saja ke kamar mandi untuk pipis. Setelah itu baru aku cari Susan. Aku mencarinya hingga ke dapur, tetapi tetap tidak ada. Lalu aku sedikit tersentak ketika melihat bayangan di ruang kerja Marcel. Aku juga mendengar erangan Susan. Sepetinya lagi dilanda birahi yang sangat tinggi. Aku mendekat ke arah pintu ruangan itu, dan kuintip dari lubang pintu. Astaga, dalam keremangan itu aku melihat Susan yang sudah tidak berbusana tengah dicumbui oleh Moci, simpanse kesayangannya. “Ohh.., hsst.., ngghh.., Moci sayankhh..,” ceracau Susan tidak yang tingginya sekitar 160 cm dan berbadan besar itu tengah mengarahkan mulutnya ke selangkangan Susan. Susan sendiri matanya terpejam dan mengangkangkan kakinya sambil tiduran. Ihh serem..! Aktifitas Moci makin menggila, Susan dibopongnya dan dibantingnya kembali ke Sofa sehingga posisi Susan jadi membelakanginya. Lalu.., wow..! Batang penis Moci yang sudah mekar membesar itu langsung disodokkan ke arah liang senggamanya Susan. “Ahh.., hhsst.. ayoo Moci..!” perintah budak yang baik, Moci langsung memompa pantatnya maju mundur, sehingga batang kemaluannya yang berbulu menerobos masuk keluar vagina Susan.“Oarghhk.., rggkk..,” Moci mengerang terpontang-panting, kepalanya bergoyang-goyang. Kupikir, pastilah Susan merasakan kenikmatan luar biasa dari penis Moci. Aku yang melihat adegan Moci-Susan menjadi tidak kuasa menahan gejolak yang mulai menjalari tubuhku. Ah.., bersetubuh dengan hewan..? Tanpa sadar aku meraba-raba sendiri payudaraku. Lalu tanganku menyusup ke selangkanganku yang memang sudah tidak terbungkus kalau tidur aku memang malas pakai CD dan Bra.“Ooohh.., nikmatnya..,” sambil mataku tetap memandangi tubuh Susan yang tengah digagahi tiba-tiba aku dikejutkan oleh jilatan-jilatan halus di betisku. Dan, astaga.., si Blacki tengah menjilati betisku. Aku ingin marah, tetapi saat itu aku merasa kenikmatan tersendiri dari lidah Blacki. Aku pun membiarkan Blacki menjilati betisku, dan mataku kembali ke lubang pintu, melihat Susan dan Moci. Susan kini sudah ganti posisi. Kulihat dia telentang di Sofa, sementara Moci menggenjotnya dari atas.“Teruuss, Moci sayang.., aku kenikmataann niih..!” desah di dalam ruang kerja Marcel itu membat birahiku segera memuncak. Apalagi jilatan Blacki sudah mulai naik hingga belahan pantatku yang memang menjorok ke belakang, karena aku sedang mengintip. Blacki nampaknya tengah birahi pula, pikirku.“Hiisst.., Blacckkiih..,” desahku tanpa sadar. Blacki memang pintar menaikan birahiku. Daerah betis hingga belahan pantatku terus saja dijilati lidahnya yang berstruktur agak kasar. Lama-lama aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan Susan-Moci. Aku melangkah perlahan ke kamar tidur, sedangkan Blakci terus mengikutiku sambil men jilati pahaku. Kadang jilatan itu sampai juga ke vaginaku yang mulai berlendir. Aku duduk di tepi ranjang dengan kaki ternganga lebar, dan kubiar Blacki kini menjilati vaginaku dengan leluasa. “Lakukanlah Black.., aku milikmu sayang..!” sermakin agresif menjilati vaginaku. Yang kurasakan saat itu tulang-tulangku seakan luluh lemas dan ingin segera menuju puncak kenikmatan.“Ohh.., Black.., sstt.., yyeaahh..,” desahku mendadak Blacki berhenti beraksi.“Grrhhkk..,” dia menggumam seperti marah aku segera mengerti, Blacki rupanya ingin segera menyetubuhiku. Aku pun segera turun dari ranjang dan merangkak membelakangi Blacki. Tidak lama kemudian Blacki mengangkat dua kaki depannya dan menekan pinggangku. Kini posisi kami layaknya sepasang anjing yang akan kawin.“Auuhhsstt.., ohh..,” desahku ketika merasakan ada benda yang agak kasar menerobos masuk di lubang meman g sudah birahi, dan langsung memompa kemaluanku dengan batang kemaluannya yang dua kali lebih besar dari milik Mas Johan suamiku. Vaginaku terasa sesak dan penuh oleh kemaluan anjing Herder itu. 15 menit kemudian, “Ohh.., Blacki sayanggkkhh.. aku keluar sayanghkk..” teriakku histeris saat merasakan seluruh otot vaginaku berkontraksi aku orgasme. Tidak lama kemudian aku terkulai lemas seperti bersujud. Blacki masih aktif memompaku. Hingga kusadar, kini posisi Blacki membelakangiku. Kami saling adu pantat, dengan kelamin bertemu seperti anjing kawin itu lho.“Ehh.. Herlin.., Kamuu..?” Susan kaget saat mendapatiku dalam posisi kawin anjing begitu.“Kamu juga kan San..? Sama si Moci..?” jawabku pun tersenyum. Sejak saat itu, selama dua minggu suami kami pergi pendidikan ke Denpasar, kami selalu dapat menuai kenikmatan dari binatang kesayangan Marcel dan Susan itu. Yah.. hitung-hitung selingkuh tidak beresiko lah..! For Fox Sake Wildlife Rescue via The Dodo Yoti, anak anjing misterius yang dikira seekor rubah. - Menemukan anak anjing terjebak di tengah hujan deras tentu membuat kita merasa harus menyelamatkannya. Hal serupa terjadi oleh Tory Chang yang merupakan warga Tennessee, Amerika Serikat. Cerita Chang ini dikutip melalui The Dodo, dan akan dibagikan pada teman-teman semua. Kisah penyelamatan hewan kali ini membuat bingung Chang dan banyak orang lain yang terlibat. Awal kisahnya dimulai saat Tory Chang yang mengemudi di tengah hujan di daerah pedesaan. Saat mengemudi ia melihat seekor binatang kecil terjebak lumpur dan terlihat sangat kesulitan. Karena hewan itu terlihat kesepian, Chang memutuskan untuk menyelamatkannya. Dengan hati-hati Chang memasukan hewan kecil itu ke dalam mobil agar terhindar dari hujan. Di dalam mobil, ia mengamati hewan kecil ini dari wajah hingga keempat kakinya. Hewan kecil itu terlihat mirip seperti rubah, hingga akhirnya Chang memutuskan untuk menghubungi For Fox Skae Wildlife Rescue yang merupakan pusat penyelamatan rubah dan hewan buas lainnya. Setelah menghubungi, Chang mengambil beberapa foto untuk dikirimkan. Baca Juga Menggemaskan, Anjing Ini Setia Menunggu Penyelamatnya di Luar Rumah Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan 5 Cerita Mengharukan tentang Kesetiaan Anjing 2 Oct 2016 Foto Facebook Hampir semua orang pernah mendengar kisah Hachiko, yaitu seekor anjing yang setia menanti kepulangan pemiliknya hingga akhir hayatnya. Kisah Hachiko ini menjadi simbol dan bukti bahwa anjing adalah hewan paling setia di dunia terhadap sahabat manusianya. Hewan, khususnya anjing, tidak menuntut apa pun selain kasih sayang, yang akan membuat mereka menjadi makhluk paling menyayangi pemiliknya. Dan, kisah Hachiko bukan satu-satunya cerita kesetiaan anjing. Hingga saat ini, banyak cerita bergulir tentang sikap anjing terhadap manusia yang menyayangi mereka. Seperti lima cerita berikut yang dilansir dari Cerita-cerita ini pasti membuat kita makin yakin bahwa anjing memang sahabat terbaik manusia. 1. Negao menanti di depan rumah sakit 8 bulan setelah pemiliknya meninggal. Foto Facebook/regiao noticias, barreiros radio Sekitar akhir tahun lalu, pemilik Negao, seorang pria tunawisma, dibawa ke rumah sakit Ruth Cardoso, Santa Catarina, Brasil setelah diketahui menderita infeksi penyakit yang sudah parah. Negao lalu mengejar mobil ambulan yang mengangkut pemiliknya, juga menyaksikan pemiliknya diturunkan dari ambulan untuk masuk rumah sakit. Karena kebijakan rumah sakit, Negao tidak boleh masuk ke dalam gedung. Negao lalu menunggu di satu spot di luar rumah sakit. Negao tidak sedikit beranjak dari tempat tersebut menantikan pemiliknya keluar. Malang, pemiliknya tidak dapat ditolong lagi. Artinya, pria tersebut tidak akan pernah keluar dari rumah sakit menemui Negao. Namun, Negao tidak mengetahui bahwa sang pemilik sudah pergi meninggalkannya. Negao terus menantikan sang pemiliknya keluar untuk menemui dan mengajaknya pergi lagi. Hingga hari ini, seperti dilaporkan media Zero Hora melalui kurang lebih sembilan bulan kemudian, Negao masih berada di depan rumah sakit menantikan teman satu-satunya tadi menemuinya kembali. Negao masih menantikan di lokasi yang sama. Sesekali, bila ada ambulan yang datang, Negao akan mengejar dan mendekati ambulan tersebut guna mengecek apakah mereka membawa temannya tersebut seperti yang dilakukan beberapa bulan lalu. Kesetiaan Negao bukannya tidak menyentuh hati penduduk setempat. Dua kali Negao dibawa pulang untuk diadopsi, namun Negao selalu berhasil kabur dan kembali ke rumah sakit tersebut, menanti pemilik yang tidak akan pernah menemuinya kembali. Para staf rumah sakit pun telah menyediakan tempat berlindung, makanan, dan minuman bagi Negao supaya tidak terlantar. Dan, yang dapat dilakukan oleh para staf kini adalah bekerja sama dengan lembaga penyayang hewan setempat agar Negao senantiasa sehat, rutin mendapat cek up kesehatan, juga diajak jalan-jalan. Tapi, staf masih membiarkan Negao berada di rumah sakit. Mereka mengungkapkan Negao boleh tinggal di rumah sakit sampai kapan pun yang dia inginkan dan akan dirawat dengan penuh cinta, seperti cinta Negao pada pemiliknya yang tidak pernah hilang. 2. Max membantu anak yang tersesat di gunung tetap hidup Foto Facebook/RDTV Bulan Juli lalu, Juan Heriberto Trevino, sedang mengikuti kemah musim panas di pegunungan Sierra Madre Oriental, Meksiko. Ketika sedang mencari kayu bakar sendirian, Juan terpeleset dan jatuh ke jurang yang hanya cedera, Juan juga tersesat tidak bisa menemukan jalan kembali ke perkemahan. Namun Juan tidak sebenarnya tidak berjalan sendirian. Seperti dilaporkan Noticieros Televisa, anak laki-laki berusia 14 tahun tersebut ditemani seorang anjing Labrador bernama Max. Max ditemui Juan saat masih berada di perkemahan, sebelum Juan mencari kayu bakar. Max rupanya mengikuti Juan. Begitu Juan terjatuh, Max juga mengikuti Juan dan menemaninya sepanjang jalan mencari kemahnya. Ketika malam tiba, Juan berteduh di bawah pohon besar. Max tidak meninggalkan Juan, malah menemaninya sepanjang malam. Udara dingin membuat Juan makin menggigil. Juan pun meletakkan Max di kakinya sambil memeluknya untuk menghangatkan diri. Keesokan harinya, saat mereka melanjutkan perjalanan, Max pula yang membantu Juan menemukan sumber mata air untuk minum. Juan akhirnya ditemukan oleh tim penolong 44 jam setelah tersesat dalam keadaan selamat. Menurut tim penolong, semua berkat Max yang membantu Juan bertahan hidup. Keluarga Juan pun ingin mengadopsi Max sebagai ucapan terima kasih, tapi rupanya Max milik penduduk di sekitar pegunungan tersebut. Cerita kepahlawanan Max membuktikan anjing tidak hanya setia dan menyayangi pemiliknya. Melainkan juga semua manusia yang mau berbuat baik. 3. Bayron kembali hanya untuk mengucapkan selamat tinggal terakhir kalinya Foto Facebook/El Horizente, El Sol Lagi-lagi cerita dari Meksiko. Dona Rosalba Quiroz telah berjuang melawan kanker beberapa tahun belakangan. Sepanjang hidupnya di sebuah peternakan pada daerah pinggiran kota Montemorelos, Dona ditemani oleh seorang anjing bernama Bayron. Beberapa bulan belakangan, ketika kondisinya memburuk, Dona pindah untuk tinggal bersama keluarga lain untuk dirawat. Namun, Bayron tetap tinggal di rumah Dona. Dona sering kembali ke rumah untuk melihat kondisi Bayron. Kondisi Dona yang makin memburuk membuat dirinya tidak mampu mengunjungi Bayron lagi. Maka Dona meminta keluarganya yang lain menggantikannya merawat Bayron. Ketika keluarga Dona tadi mengunjungi Bayron, mereka tidak menemukannya di rumah tersebut. Bayron telah pergi sendiri dan tidak pernah kembali. Tidak ada yang tahu Bayron pergi ke mana. Dua minggu setelah itu, Dona menghembuskan nafas terakhirnya. Saat Dona sedang berada di rumah persemayaman, seperti diberitakan media El Sol, tiba-tiba seekor anjing mengonggong dan menggaruk pintu rumah duka ingin masuk. Ternyata, Bayron mengunjungi rumah duka tersebut. Entah dari mana, Bayron seakan-akan tahu bahwa sahabat setianya telah pergi dan dia ingin mengucapkan perpisahan untuk terakhir kalinya. Selama persemayaman, Bayron berbaring di sisi peti Dona. Ketika ada keluarga yang mendekat, Bayron akan mengangkat badannya seakan-akan memberitahu bahwa dia akhirnya paham mengapa Dona tidak pernah menemuinya lagi. Tidak diketahui apa yang terjadi pada Bayron setelah pemakaman selesai, tapi semoga Bayron dirawat dengan baik di tangan orang-orang yang menyayanginya juga. 4. Maya menanti kesembuhan pemiliknya di luar rumah sakit Foto Facebook/Tina Tzschoppe Akhir Agustus lalu, Sandra Iniesta sedang dalam perjalanan pulang ke Barcelona bersama ayahnya, Andres, dan anjing tersayangnya, Maya, mengendarai mobil. Tiba-tiba, Sandra merasakan sakit perut yang sangat hebat. Sandra pun dilarikan ke rumah sakit saat di Alicante. Rupanya Sandra mengalami usus buntu dan harus dioperasi saat itu juga. Maya tentu tidak dapat masuk ke dalam rumah sakit. Maka anjing yang berusia 2 tahun tersebut menanti di luar rumah sakit. Karena harus operasi dan menjalani rawat inap, Sandra tidak keluar dari rumah sakit selama lebih dari seminggu. Selama itu juga, seperti Maya tetap berada di tempatnya menanti Sandra keluar. Ayah Sandra bukannya tidak berusaha membawa Maya ke tempat yang aman. Namun, Maya selalu menolak meninggalkan tempat dia menunggu Sandra. Maka, selama Sandra masih di dalam rumah sakit, Maya diberi makan dan dirawat oleh para kru rumah sendiri memang memiliki kebiasaan menunggu Sandra di luar kapan pun dan di mana pun Sandra masuk ke sebuah gedung atau tempat lainnya. Jangan lupakan juga, Maya adalah anjing Akita Inu, jenis anjing yang memang dikenal sebagai anjing paling setia di dunia. Salah satu contoh anjing Akita Inu adalah Hachiko. 5. Rubio selalu menanti di depan pintu hotel Foto Facebook Pekerjaannya sebagai pramugari membuat Olivia Sievers harus bolak-balik dari rumahnya di Jerman, ke Argentina untuk bekerja. Awal tahun ini, ketika sedang di Buones Aires, Argentina, Olivia melihat seekor anjing jalanan sedang berkeliaran di sekitar hotel tempatnya menginap. Olivia merasa iba dan memberikan anjing yang ternyata ramah tersebut makan sekaligus bermain dengannya. Sang anjing kemudian tidak mau berpisah dengannya. Ke mana pun Olivia pergi selama di Buenos Aires, sang anjing mengikutinya. Olivia mengaku kepada media Noticiero Trece bahwa dia bahkan mengambil jalan berbeda jika harus kembali ke hotel. Tapi, sang anjing selalu bisa menemukannya dan mengikutinya lagi. Sepertinya sang anjing angat bahagia ada manusia yang memperhatikannya. Selama Olivia di Buenos Aires, sang anjing akan menungguinya di luar pintu hotel. Iba pada kondisinya, Olivia memberikan anjing yang dinamainya Rubio tersebut selimut supaya tidak kedinginan selama menungguinya di luar hotel. Ketika Olivia kembali ke Jerman, Rubio kembali berkeliaran di jalanan Buenos Aires. Namun, seakan-akan punya kemampuan telepati, begitu Olivia kembali lagi ke Buenos Aires untuk urusan pekerjaan dan menginap di hotel yang sama, Rubio kembali muncul di hadapan Olivia. Rubio juga akan menunggui Olivia lagi di depan pintu hotel. Peristiwa ini terjadi beberapa kali, Rubio akan selalu menemui Olivia. Suatu kali, Silvia meminta bantuan lembaga penyelamat hewan agar Rubio bisa diadopsi oleh keluarga lain. Tapi, Rubio berhasil melarikan diri dari lembaga tersebut dan kembali menunggui Olivia di depan hotel. Silvia pun memutuskan mengadopsi sendiri Rubio. Maka, Olivia mulai mengurus surat-surat guna memberangkatkan Rubio ke Jerman supaya bisa tinggal bersamanya. Dan, awal Agustus lalu, Rubio terbang ke Jerman untuk tinggal bersama Olivia dan anjing-anjingnya yang lain. Rubio seakan-akan jadi simbol bahwa anjing selalu punya naluri untuk menyayangi orang yang pasti akan menyayangi.f Topicceritaanjing MORE ARTICLE Namaku Lia, statusku masih membujang tetapi sudah tidak gadis lagi, usiaku 28 tahun, cantik, manis, tinggi 170 cm, bodiku atletis dan sexy, aku adalah seorang dokter hewan, sehari-hari aku magang di Kebun Binatang Surabaya KBS, berdomisili di Surabaya. silakan kontak aku kalau mau berkenalan dan dimohon serius jangan bercanda. Libidoku sangat tinggi sehingga hampir setiap hari kalau aku tidak melakukan hubungan sex maka aku selalu melakukan masturbasi, malam hari di kamarku aku sering melakukannya dan tak jarang aku juga melakukannya di KBS tempatku bekerja, kalau di kebun binatang biasanya kulakukan di kamar mandi kantor klinik hewan atau terkadang malah di dalam kantor kliniknya, tentu saat sepi dan pada istirahat siang karena pada saat istirahat makan siang para dokter hewan lainnya pada pergi ke kantin selama satu jam, nah! Pada saat-saat seperti itulah aku melakukan aktifitas kebiasanku melakukan swalayan memuaskan nafsu birahiku, namun tak jarang aku melakukannya dengan para keeper perawat satwa tapi kupilih yang berwajah ganteng, rata-rata dari mereka bertubuh macho mungkin karena terbiasa bekerja keras menangani satwa. Seperti hari-hari biasanya pagi itu aku datang ke KBS sebelum ke klinik hewan yang terletah dibelakang, aku sempatkan untuk keliling kontrol dulu dari kandang ke kandang memantau barang kali ada Satwa yang sakit atau kurang sehat, aku keliling ke samping belakang ke daerah hewan karnivora, sampailah aku di depan kandang singa. Saat itu seekor singa baru saja dilepas dari kandangnya ke halaman tempat peraga dan bermain, seekor singa jantan begitu dilepas langsung mengejar seekor singa betina dengan penuh nafsu, setelah berhasil mengejar dan menubruknya, sang singa jantan mengaum keras sambil menjilati singa betina, sang singa jantan menjilat kepala, punggung, pinggang hingga ekor sang singa betina, yang terakhir sang singa jantan menjilati kelamin sang singa betina sehingga membuat si betina mengaum keenakan. Melihat adegan ini tiba-tiba bulu kudukku berdiri, badanku terasa merinding, gejolak nafsuku pun timbul, nafasku mulai tidak teratur dan dapat kurasakan ujung CD-ku mulai basah, hari ini aku memakai hem longgar tanpa BH, aku memang tidak terbiasa memakai BH, aku memakai rok bawahan mini yang bagian bawahnya lebar, di dalamnya aku memakai CD G String tipis dan minim sekali, hanya ada sedikit kain tipis sebesar dua jari menutupi lubang kemaluanku, selebihnya berupa tali nylon yang melingkar melewati bawah selangkanganku hingga terjepit belahan pantatku sampai pinggang belakang yang sambung dengan tali nylon melingkar pinggangku, model G String warna pink yang kupakai ada ikatan di samping kanan dan kiri pinggangku, akibat melihat adegan yang dilakukan sepasang singa ini tadi selembar kecil kain tipis yang menutupi liang vaginaku jadi basah oleh lendir hangat yang tiba-tiba mengalir keluar dari dalang liang senggamaku. Selesai melakukan adegan ciuman sebagai pemanasan maka sang singa jantan langsung melakukan adegan doggie style memasukkan penisnya ke lubang kemaluan sang singa betina, sang singa jantan langsung saja melakukan kocokan dengan kuat, tak berapa lama kemudia sepasang singa ini sama-sama mengaum dengan keras dan sang betina membalik sambil setengah berguling ditanah, rupanya keduanya telah mencapai orgasme, melihat adegan ini tanpa terasa tangan kananku ke bawah dan meraba selangkanganku dari luar rok yang kupakai, tapi tak berlangsung lama aku langsung sadar dan bergegas menuju ke kantor klinik hewan yang jaraknya tidak begitu jauh dari kandang singa, nafasku turun naik mengingat peristiwa yang baru saja kulihat, memang tantanganku yang paling berat bekerja di KBS adalah bila saat aku melihat ada satwa yang sedang bersenggama, nafsuku langsung akan memuncak mencari penyaluran. Pagi ini masih sepi karena sebagian dokter belum datang dan mungkin sebagian lagi sudah datang tapi masih kontrol ke sangkar-sangkar yang lain, aku memasuki kantor klinik yang masih sepi, di dekat samping pintu masuk ada keranjang berisikan aneka buah-buahan dan sayur mayur untuk hewan yang perlu dirawat di ruang karantina di samping klinik, mataku melihat ada ketimun di tumpukan buah-buahan dan sayur mayur, tanpa pikir panjang cepat-cepat kuraih sebuah ketimun tanpa sempat memilih lagi, sialnya yang kuraih ketimunnya cukup besar dan panjang, genggamanku penuh untuk menggenggam ketimun yang kuambil, panjangnya sekitar dua puluh lima centi lebih, langsung aku masuk ke kantor klinik yang masih sepi, hanya ada seekor anjing Herder sedang tidur diujung kantor yang dingin ber AC itu, aku langsung duduk di kursi dan kuangkat kedua kakiku kuletakkan di atas meja. Kurenggangkan pahaku sehingga selangkanganku terkuak lebar, dudukku agak maju di ujung kursi dan badanku kusandarkan agak merosot ke bawah, setelah menemukan posisi yang pas akupun mulai menggosok-gosokkan ujung ketimun tadi di bibir vaginaku, tangan kiriku menyibak kain CD-ku yang hanya sedikit menutupi liang vaginaku, maka terbebaslah saat ini vaginaku dari penutup, kugesekkan terus ujung ketimun tadi di bibir vaginaku, hanya beberapa gesekan saja vaginaku telah basah kuyup, kini giliran klitorisku kugosok pelan dengan ujung ketimun tadi, rasanya luar biasa, kutekan-tekan sedikit diujung klitorisku dan kuputar-putar.. “Aaa.. Uuff! Oo.. Oouuh! Aa.. Cch!” Aku tidak kuat menahan ledakan yang ada di bawah pusarku, rasanya aku hampir orgasme, gesekanku makin kuat dan cairan yang mengalir dari liang senggamakupun makin banyak hingga akhirnya.. “Aaahh.. Aa.. Uuf..!” Akhirnya aku pun orgasme. Tak puas sampai disini, ketimun yang sejak tadi kupakai melampiaskan nafsuku ujungnya mulai kumasukkan pelan-pelan ke dalam liang vaginaku, kusodokkan pelan-pelan, mula-mula keluar masuk hanya sekitar tiga centi, makin lama makin dalam kumasukkan ketimun itu, tangan kiriku tak tinggal diam, jari-jari tangan kiriku meraba klitorisku, kuusap-usapkan ujung klitorisku dan kupelintir-pelintir pelan dengan jariku, sambil tangan kananku dengan irama yang tetap mengocok ketimun tadi keluar masuk hingga hampir seluruhnya ketimun yang besar dan cukup panjang tadi tertelan ke dalam liang vaginaku. Aku benar-benar mengalami kenikmatan yang luar biasa. “Nnghh…”, Aku hanya berani melenguh pada hal aku ingin berteriak rasanya, kenikmatan yang kualami mencapai ubun-ubun kepalak. “Aaa.. Aaff!”, kemudian aku mencapai orgasme yang kedua kalinya. Akhirnya aku terkulai lemas di kursi dalam posisi kedua kakiku masih di atas meja dan pahaku masih mengangkang, ketimun yang kupakai tadi sengaja masih kubenamkan di dalam vaginaku, leherku tersandar di kursi beberapa saat sampai aku dikejutkan oleh elusan di selangkanganku, rupanya tanpa kusadari sejak tadi apa yang kulakukan diperhatikan oleh anjing herder jantan yang sejak tadi memang ada di ruang kantor klinik, rupanya cairan vaginaku yang meluber tadi menetes ke lantai dan membasahi lantai di bawah kursi putar yang kududuki, dan dengan diam-diam pula tanpa kusadari si anjing herder tadi menjilati cairanku yang di lantai, setelah habis dijilat semua rupanya anjing herder ini masih merasa kurang dan mencari sumber keluarnya cairan tadi, maka ditemukanlah sumbernya yang mengalir melalui belahan pantatku yang sintal, maka dijilatnya selangkanganku. Pada jilatan pertama tadi cukup membuatku terkejut tapi untungnya aku tidak melakukan gerakan yang dapat membuatnya takut atau ikut terkejut, hingga jilatan berikutnya dapat kurasakan lebih nikmat karena aku sudah mulai terbiasa dengan lidahnya yang panjang dan kasar itu, pelan-pelan ketimun yang sejak tadi masih terbenam dalam liang vaginaku kucabut keluar supaya dapat memberikan ruang yang lebih leluasa bagi anjing herder ini untuk menikmati kemaluanku. Akibat kucabut keluar maka cairan lendirku yang sejak tadi terbendung di dalam akhirnya keluar dengan derasnya. Seperti telah terlatih maka anjing herder jantan tadi terus dengan rakusnya menjilat vaginaku, saat lidahnya yang panjang dan kasar tadi menjilat klitorisku aku pun tersentak geli dan nikmat. “Uuu.. Uuf!” Belum pernah vaginaku merasakan jilatan yang senikmat ini, aku kembali merasakan akan mencapai puncak kenikmatan dan.. “Ooo.. Ooch!” Tumpah kembali sudah cairan agak kental dari dalam liang vaginaku, aku mengalami orgasme yang ketiga kalinya, Gila! Setelah selesai mengalami tiga kali nikmatnya orgasme maka aku pun bergegas berdiri sambil menghalau pergi anjing herder itu, saat aku berdiri CD-ku terjatuh ke lantai, rupanya tanpa kusadari sejak tadi CD-ku sudah terlepas dan begitu terjatuh CD-ku langsung disambar anjing herder tadi dan digondol lari keluar. Aku berusaha mengejar namun sia-sia karena dia lebih cepat larinya, aku pun berbalik dan masuk ke kamar mandi mencuci selangkangan dan vaginaku bersih-bersih dengan sabun. Terus terang aku jadi tiba-tiba takut akan kuman yang bisa saja dibawa oleh si herder tadi melalui liurnya masuk ke dalam tubuhku melalui liang vaginaku. Selesai membersihkan selangkangan dan vagina, akupun keluar ruangan kantor klinik dan melanjutkan tugasku berkeliling memeriksa kalau-kalau ada satwa yang sakit atau kurang sehat, hanya saja kali ini aku berjalan lebih hati-hati sebab aku tidak memakai CD lagi sedangkan rok yang kupakai cukup mini dan cukup lebar bawahnya, semoga saja tidak ada angin nakal yang bertiup hingga membuat rokku terangkat, bisa celaka!

cerita hot dengan anjing